Friday, 18 April 2014

INFEKSI PADA UMBILIKUS (TALI PUSAT)

Infeksi Pada Umbilikus





No. ICPC II : A78 Infectious disease other
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan

Tali pusat biasanya lepas pada hari ke-7 setelah lahir dan luka baru sembuh pada hari ke-15. Infeksi pada tali pusat atau jaringan kulit di sekitar perlu dikenali secara dini dalam rangka mencegah sepsis.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan
Panas, Rewel, Tidak mau menyusu.

Faktor Risiko
a. Imunitas seluler dan humoral belum sempurna
b. Luka umbilikus
c. Kulit tipis sehingga mudah lecet

Faktor Predisposisi
Pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak steril

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana(Objective)

Pemeriksaan Fisik
a. Ada tanda tanda infeksi di sekitar tali pusat seperti kemerahan, panas, bengkak, nyeri dan mengeluarkan pus yang berbau busuk.
b. Infeksi tali pusat lokal atau terbatas: bila kemerahan dan bengkak terbatas pada daerah kurang dari 1cm di sekitar pangkal tali pusat.
c. Infeksi tali pusat berat atau meluas: bila kemerahan atau bengkak pada tali pusat meluas melebihi area 1 cm atau kulit di sekitar tali pusat bayi mengeras dan memerah serta bayi mengalami pembengkakan perut.
d. Tanda sistemik: demam, takikardia, hipotensi, letargi, somnolen, ikterus

Pemeriksaan Penunjang: -

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Adanya tanda-tanda infeksi disekitar umblikus seperti bengkak, kemerahan dan kekakuan. Pada keadaan tertentu ada lesi berbentuk impetigo bullosa..

Diagnosis Banding

a. Tali pusat normal dengan akumulasi cairan berbau busuk tidak ada tanda tanda infeksi (pengobatan cukup dibersihkan dengan alkohol).
b. Granuloma-delayed epithelialization/ Granuloma keterlambatan proses epitelisasi karena kauterisasi.

Komplikasi

a. Necrotizing fasciitis dengan tanda-tanda: edema, kulit tampak seperti jeruk (peau d’orange appearance) disekitar tempat infeksi, progresifitas cepat dan dapat menyebabkan kematian maka kemungkinan menderita.
b. Peritonitis.
c. Trombosis vena porta.
d. Abses.

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan
Perawatan lokal:
a. Pembersihan tali pusat dengan menggunakan larutan antiseptik (Klorheksidin atau iodium povidon 2,5%) dengan kain kasa yang bersih delapan kali sehari sampai tidak ada nanah lagi pada tali pusat.
b. Setelah dibersihkan, tali pusat dioleskan dengan salep antibiotik 3-4 kali sehari.

Perawatan sistemik:
Bila tanpa gejala sistemik, pasien diberikan antibiotik seperti kloksasilin oral selama lima hari Bila anak tampak sakit, harus dicek dahulu ada tidaknya tanda-tanda sepsis. Anak dapat diberikan antibiotik kombinasi dengan aminoglikosida. Bila tidak ada perbaikan, pertimbangkan kemungkinan Meticillin Resistance Staphylococcus aureus (MRSA).
Kontrol kembali bila tidak ada perbaikan atau ada perluasan tanda-tanda infeksi dan komplikasi seperti bayi panas, rewel dan mulai tak mau makan.

Rencana tindak lanjut : -

Kriteria Rujukan:
a. Bila intake tidak mencukupi dan anak mulai tampak tanda dehidrasi.
b. Terdapat tanda komplikasi sepsis.

Sarana Prasarana

a. Klorheksidin atau iodium povidon 2,5%.
b. Kain kasa.
c. Larutan antiseptik (klorheksidin atau iodium povidon 2,5%).
d. Salep antibiotik.

Prognosis

Prognosis jika pasien tidak mengalami komplikasi umumnya dubia ad bonam

No comments:

Post a comment

Follow by Email