Wednesday, 23 April 2014

GASTRITIS ("MAAG")

Gastritis

            GAMBAR :https://myhealth.alberta.ca/health/_layouts/healthwise/media/medical/hw/h9991459_001.jpg

No ICPC II : D07 Dyspepsia/indigestion
No ICD X : K29.7 Gastritis, unspecified
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan

Gastritis adalah proses inflamasi/peradangan pada lapisan mukosa dan submukosa lambung sebagai mekanisme proteksi mukosa apabila terdapat akumulasi bakteri atau bahan iritan lain. Proses inflamasi dapat bersifat akut, kronis, difus, atau lokal.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan
Pasien datang ke dokter karena rasa nyeri dan panas seperti terbakar pada perut bagian atas. Keluhan mereda atau memburuk bila diikuti dengan makan, mual, muntah dan kembung.

Faktor Risiko
  a. Pola makan yang tidak baik: waktu makan terlambat, jenis makanan pedas, porsi makan yang besar.
  b. Sering minum kopi dan teh.
  c. Infeksi bakteri atau parasit.
  d. Pengunaan obat analgetik dan steroid.
  e. Usia lanjut.
  f. Alkoholisme.
  g. Stress.
  h. Penyakit lainnya, seperti: penyakit refluks empedu, penyakit autoimun, HIV/AIDS, Chron disease.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik Patognomonis
  a. Nyeri tekan epigastrium dan bising usus meningkat.
  b. Bila terjadi proses inflamasi berat, dapat ditemukan pendarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena.
  c. Biasanya pada pasien dengan gastritis kronis, konjungtiva tampak anemis.

Pemeriksaan Penunjang
Tidak diperlukan, kecuali pada gastritis kronis dengan melakukan pemeriksaan:
  a. Darah rutin.
  b. Untuk mengetahui infeksi Helicobacter pylori: pemeriksaan breathe test dan feses.
  c. Rontgen dengan barium enema.
  d. Endoskopi.

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Untuk Diagnosis definitif dilakukan pemeriksaan penunjang.

Diagnosis Banding

  a. Kolesistitis
  b. Kolelitiasis
  c. Chron disease
  d. Kanker lambung
  e. Gastroenteritis
  f. Limfoma
  g. Ulkus peptikum
  h. Sarkoidosis
  i. GERD

Komplikasi

  a. Pendarahan saluran cerna bagian atas.
  b. Ulkus peptikum.
  c. Perforasi lambung.
  d. Anemia.

Rencana Penatalaksanaan komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan
a. Menginformasikan kepada pasien untuk menghindari pemicu terjadinya keluhan, antara lain dengan makan tepat waktu, makan sering dengan porsi kecil dan hindari dari makanan yang meningkatkan asam lambung atau perut kembung seperti kopi, teh, makanan pedas dan kol.

b. Terapi diberikan per oral dengan obat, antara lain:
 H2 Bloker2 x/hari (Ranitidin 150 mg/kali, Famotidin 20 mg/kali, Simetidin 400-800 mg/kali),
PPI 2x/hari (Omeprazole 20 mg/kali, Lansoprazole 30 mg/kali),
serta Antasida dosis 3 x 500-1000 mg/hr.

Konseling dan Edukasi

Menginformasikan pasien dan keluarga mengenai faktor risiko terjadinya gastritis.

Kriteria rujukan

a. Bila 5 hari pengobatan belum ada perbaikan.
b. Terjadi komplikasi.
c. Terjadi alarm symptoms seperti perdarahan, berat badan menurun 10% dalam 6 bulan, dan mual muntah berlebihan.

Prognosis

Prognosis sangat tergantung pada kondisi pasien saat datang, ada/tidaknya
komplikasi, dan pengobatannya. Umumnya prognosis gastritis adalah bonam,
namun dapat terjadi berulang bila pola hidup tidak berubah.

Sarana Prasarana

Laboratorium untuk pemeriksaan Gram.

No comments:

Post a comment

Follow by Email