Sunday, 1 June 2014

BENDA ASING DI KONJUNGTIVA

Benda asing di konjungtiva


No. ICPC II : F76 Foreign body in eye
No. ICD X : T15.9 Foreign body on external eye, part unspecified
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan

Benda asing di konjungtiva: benda yang dalam keadaan normal tidak dijumpai
di konjungtiva. Pada umumnya bersifat ringan, pada beberapa keadaan dapat
berakibat serius terutama pada benda asing yang bersifat asam atau basa.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan
Pasien datang dengan keluhan adanya benda yang masuk ke dalam
konjungtiva atau mata nya.
Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri, mata merah dan berair, sensasi benda
asing, dan fotofobia.

Faktor Risiko
Pekerja di bidang industri yang tidak memakai kacamata pelindung, seperti:
pekerja gerinda, pekerja las, pemotong keramik, pekerja yang terkait dengan
bahan-bahan kimia (asam-basa), dll.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik
Dalam pemeriksaan oftalmologi:
a. Biasanya visus normal;
b. Ditemukan injeksi konjungtiva tarsal dan/atau bulbi;
c. Pada konjungtiva tarsal superior dan/atau inferior, dan/atau
    konjungtiva bulbi ditemukan benda asing.
Tidak diperlukan pemeriksaan penunjang.

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis:
Benda asing/Corpus alienum konjungtivabulbi/tarsal.
Penegakan Diagnosis dari anamnesis dan pemeriksaan fisik

Diagnosis banding:
Konjungtivitis

Komplikasi:

Komplikasi tergantung pada jumlah, ukuran, dan jenis benda asing.

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan
Penatalaksanaannya adalah dengan mengeluarkan benda asing tersebut dari
konjungtiva dengan cara:
a. Berikan tetes mata pantokain 2% sebanyak 1-2 tetes pada mata yang
    terkena benda asing.
b. Gunakan kaca pembesar (lup) dalam pengangkatan benda asing.
c. Angkat benda asing dengan menggunakan lidi kapas atau jarum suntik
    ukuran 23G.
d. Arah pengambilan benda asing dilakukan dari tengah ke tepi.
e. Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan betadin pada tempat bekas benda
    asing.
f. Kemudian, berikan antibiotik topikal (salep atau tetes mata) seperti
    kloramfenikol tetes mata, 1 gtt setiap 2 jam selama 2 hari.

Konseling dan Edukasi
a. Memberitahu pasien dan keluarga agar tidak menggosok matanya agar
    tidak memperberat lesi.
b. Menggunakan alat/kacamata pelindung pada saat bekerja atau
    berkendara.
c. Apabila keluhan bertambah berat setelah dilakukan tindakan, seperti
    mata bertambah merah, bengkak atau disertai dg penurunan visus
    segera kontrol kembali

Kriteria Rujukan

Bila terjadi penurunan visus.

Sarana Prasarana

a. Lup
b. Lidi kapas
c. Jarum suntik 23G
d. Pantokain 2%

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam.


Sumber gambar :
http://klikharry.files.wordpress.com/2013/12/bendaasingdikelopakmata_thumb.jpg?w=276&h=197

No comments:

Post a comment

Follow by Email