Thursday, 29 May 2014

BLEFARITIS (RADANG KELOPAK MATA)

Blefaritis

 
No. ICPC II : F72 Blepharitis/stye/chalazion
No. ICD X : H01.0 Blepharitis
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan

Blefaritis adalah radang pada tepi kelopak mata (margo palpebra) dapat
disertai terbentuknya ulkus/ tukak pada tepi kelopak mata, serta dapat
melibatkan folikel rambut.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan
Pasien datang dengan keluhan gatal pada tepi kelopak mata. Dapat disertai
keluhan lain berupa merasa ada sesuatu di kelopak mata, panas pada tepi
kelopak mata dan kadang-kadang disertai rontok bulu mata. Selama tidur,
sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.

Faktor Risiko
a. Kondisi kulit seperti dermatitis seboroik.
b. Higiene dan lingkungan yang tidak bersih.
c. Kesehatan atau daya tahan tubuh yang menurun.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik
a. Skuama atau krusta pada tepi kelopak.
b. Tampak bulu mata rontok.
c. Dapat ditemukan tukak yang dangkal pada tepi kelopak mata.
d. Dapat terjadi pembengkakan dan merah pada kelopak mata.
e. Dapat terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata;
jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi perdarahan.

Tidak diperlukan pemeriksaan penunjang

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis
Penegakan diagnosis dari anamnesis dan pemeriksaan fisik

Komplikasi

a. Blefarokonjungtivitis
b. Madarosis
c. Trikiasis

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan
a. Memperbaiki kebersihan dan membersihkan kelopak dari kotoran dapat
menggunakan sampo bayi.
b. Kelopak mata dibersihkan dengan kapas lidi hangat dan kompres
hangat selama 5-10 menit.
c. Apabila ditemukan tukak pada kelopak mata, salep atau tetes mata
seperti eritromisin, basitrasin atau gentamisin 2 tetes setiap 2 jam
hingga gejala menghilang.

Konseling dan Edukasi
a. Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga bahwa kulit kepala,
alis mata, dan tepi palpebra harus selalu dibersihkan terutama pada
pasien dengan dermatitis seboroik.
b. Memberitahu pasien dan keluarga untuk menjaga higiene personal dan
lingkungan.

Kriteria Rujukan

Apabila tidak membaik dengan pengobatan optimal.

Sarana Prasarana

a. Senter
b. Lup

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam, namun hal ini tergantung dari kondisi
pasien, ada/tidaknya komplikasi, serta pengobatannya.



Sumber gambar : 
 http://getdryeyetreatment.com/blog/wp-content/uploads/2012/08/chronic-blepharitis-treatment.jpg

No comments:

Post a comment

Follow by Email