Wednesday, 24 December 2014

DEMENSIA (PIKUN)

Demensia




No. ICPC II : P70 Dementia
No. ICD X : F03 Unspecified dementia
Tingkat Kemampuan: 3A

Masalah Kesehatan

Demensia merupakan sindrom akibat penyakit otak yang bersifat kronik
progresif, ditandai dengan kemunduran fungsi kognitif multiple, termasuk
daya ingat (memori), daya pikir, daya tangkap (komprehensi), kemampuan
belajar, orientasi, kalkulasi, visuospasial, bahasa dan daya nilai. Gangguan
kognitif biasanya diikuti dengan deteriorasi dalam kontrol emosi, hubungan
sosial dan motivasi.
Pada umumnya terjadi pada usia lanjut, ditemukan pada
penyakit Alzhaimer, penyakit serebrovaskular, dan kondisi lain yang secara
primer dan sekunder mempengaruhi otak.

Hasil Anamnesis (Subjective)


Keluhan
Keluhan utama adalah gangguan daya ingat, mudah lupa terhadap kejadian
yang baru dialami, dan kesulitan mempelajari informasi baru. Diawali dengan
sering lupa terhadap kegiatan rutin, lupa terhadap benda-benda kecil, pada
akhirnya lupa mengingat nama sendiri atau keluarga.

Faktor Risiko
  a. Usia > 60 tahun (usia lanjut).
  b. Riwayat keluarga.
  c. Adanya penyakit Alzheimer, serebrovaskular (hipertensi, penyakit
      jantung), atau diabetes mellitus.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik
a. Kesadaran sensorium baik.
b. Penurunan daya ingat yang bersifat kronik dan progresif. Gangguan
    fungsi otak terutama berupa gangguan fungsi memori dan bahasa,
    seperti afasia, aphrasia, serta adanya kemunduran fungsi kognitif
    eksekutif.
c. Dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan adanya gangguan
    neurologik atau penyakit sistemik

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium dilakukan jika ada kecurigaan adanya kondisi
medis yang menimbulkan dan memperberat gejala. Dapat dilakukan Mini
Mental State Examination (MMSE).

Penegakan Diagnosis (Assessment)

 

DiagnosisKlinis
Pemeriksaan dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang.

Kriteria Diagnosis

a. Adanya penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir yang sampai
    mengganggu kegiatan harian seseorang
b. Tidak ada gangguan kesadaran
c. Gejala dan disabilitas sudah nyata untuk paling sedikit enam bulan

Klasifikasi

a. Demensia pada penyakit Alzheimer
    
b. Demensia Vaskular (Demensia multiinfark)
c. Demensia pada penyakit Pick (Sapi Gila)
d. Demensia pada penyakit Creufield-Jacob
e. Demensia pada penyakit Huntington
f. Demensia pada penyakit Parkinson
g. Demensia pada penyakit HIV/AIDS
h. Demensia tipe Alzheimer prevalensinya paling besar (50-60%), disusul
    demensia vaskular (20-30%)

Diagnosis Banding

a. Delirium
b. Depresi
c. Gangguan Buatan
d. Skizofrenia

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan
a. Non farmakologi
   1. Modifikasi faktor resiko yaitu kontrol penyakit fisik, lakukan aktifitas
       fisik sederhana seperti senam otak, stimulasi kognitif dengan
       permintaan, kuis, mengisi teka-teki silang, bermain catur.
   2. Modifikasi lingkungan sekitar agar lebih nyaman dan aman bagi
       pasien.
   3. Rencanakan aktivitas hidup sehari-hari (mandi, makan, dan lain-lain)
       untuk mengoptimalkan aktivitas independen, meningkatkan fungsi,
       membantu adaptasi dan mengembangkan keterampilan, serta
       meminimalisasi kebutuhan akan bantuan.
  4. Ajarkan kepada keluarga agar dapat membantu mengenal barang
      milik pribadinya, mengenal waktu dengan menggunakan jam besar,
      kalender harian, dapat menyebutkan namanya dan anggota keluarga
      terdekat, mengenal lingkungan sekitar, beri pujian jika dapat
      menjawab dengan benar, bicara dengan kalimat sederhana dan jelas
      (satu atau dua tahap saja), bila perlu gunakan isyarat atau sentuhan
      lembut.
b. Farmakologi
   1. Jangan berikan inhibitor asetilkolinesterase (seperti: donepzil,
       galantamine dan rivastigmine) atau memantine secara rutin untuk
       semua kasus demensia. Pertimbangkan pemberiannya hanya pada
       kondisi yang memungkinkan diagnosis spesifik penyakit Alzheimer
       ditegakkan dan tersedia dukungan serta supervisi adekuat oleh
       spesialis serta pemantauan efek samping oleh pelaku rawat.
   2. Bila pasien berperilaku agresif, dapat diberikan antipsikotik dosis
       rendah, seperti: Haloperidol 0,5 – 1 mg/hari.

Kriteria Rujukan

a. Pasien dirujuk untuk konfirmasi diagnosis dan penatalaksanaan
    lanjutan.
b. Apabila pasien menunjukkan gejala agresifitas dan membahayakan
    dirinya atau orang lain.

Sarana Prasarana:

Tidak ada sarana prasarana khusus

Prognosis

Prognosis umumnya ad vitam adalah dubia ad bonam, sedangkan fungsi
adalah dubia ad malam. Ad sanationam adalah ad malam.



 Sumber gambar :
 http://www.aktual.co/images/content/2013/04/20/ab54f1b22f55a64260f1096ac4953fca_a.jpg
 https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR-vMWC9KtdaFlTfHQrpFe5zum5cLyZXTfAmvJYB9mGDYZFuCiWEQ

1 comment:

  1. Obat herbal Dr. imoloa yang hebat adalah obat penyembuhan yang sempurna untuk Virus HIV, saya mendiagnosis HIV selama 8 tahun, dan setiap hari saya selalu mencari penelitian untuk mencari cara sempurna untuk menghilangkan penyakit mengerikan ini karena saya selalu tahu bahwa apa yang kita butuhkan karena kesehatan kita ada di bumi. Jadi, pada pencarian saya di internet saya melihat beberapa kesaksian berbeda tentang bagaimana Dr. imoloa dapat menyembuhkan HIV dengan obat herbal yang kuat. Saya memutuskan untuk menghubungi pria ini, saya menghubunginya untuk obat herbal yang saya terima melalui layanan kurir DHL. Dan dia membimbing saya bagaimana caranya. Saya memintanya untuk solusi minum obat herbal selama dua minggu. dan kemudian dia menginstruksikan saya untuk pergi memeriksa yang saya lakukan. lihatlah aku (HIV NEGATIF). Terima kasih Tuhan untuk dr imoloa telah menggunakan obat herbal yang kuat untuk menyembuhkanku. ia juga memiliki obat untuk penyakit seperti: penyakit parkison, kanker vagina, epilepsi, Gangguan Kecemasan, Penyakit Autoimun, Nyeri Punggung, Keseleo, Gangguan Bipolar, Tumor Otak, Ganas, Bruxisme, Bulimia, Penyakit Disk Serviks, Penyakit Kardiovaskular, Penyakit Kardiovaskular, Neoplasma, kronis penyakit pernapasan, gangguan mental dan perilaku, Cystic Fibrosis, Hipertensi, Diabetes, asma, radang sendi yang dimediasi autoimun yang dimediasi. penyakit ginjal kronis, penyakit radang sendi, sakit punggung, impotensi, spektrum alkohol feta, Gangguan Dysthymic, Eksim, kanker kulit, TBC, Sindrom Kelelahan Kronis, sembelit, penyakit radang usus, kanker tulang, kanker paru-paru, sariawan, kanker mulut, tubuh nyeri, demam, hepatitis ABC, sifilis, diare, Penyakit Huntington, jerawat punggung, gagal ginjal kronis, penyakit addison, Penyakit Kronis, Penyakit Crohn, Cystic Fibrosis, Fibromyalgia, Penyakit Radang Usus Besar, penyakit kuku jamur, Penyakit Kelumpuhan, penyakit Celia, Limfoma , Depresi Besar, Melanoma Ganas, Mania, Melorheostosis, Penyakit Meniere, Mucopolysaccharidosis, Multiple Sclerosis, Distrofi Otot, Rheumatoid Arthritis, Penyakit Alzheimer, email- drimolaherbalmademedicine@gmail.com / hubungi atau {whatssapp ..... +2347081986098. }

    ReplyDelete

Follow by Email